Berita Terkini

Bicara Kelanjutan Gerakan SoBAT, Stakeholder Sanitasi Soppeng Duduk Bersama

Melanjutkan kesuksesan Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT) yang telah mencapai ODF di tahun 2018, Pokja Sanitasi kembali berinisiasi mengumpulkan stake holder sanitasi Kab. Soppeng untuk membicarakan kelanjutan sanitasi dan air minum di Kabupaten Soppeng, termasuk bagaimana kelanjutan gerakan SoBAT.

Sekretaris Daerah selaku ketua Pokja Sanitasi, Andi Tenri Sessu, menegaskan bahwa ODF Kabupaten adalah langkah awal dari beberapa langkah yang akan dilakukan ke depan. Setelah ODF maka semua harus berjuang bersama mewujudkan sanitasi layak dan aman. Selain itu, Andi Tenri Sessu menambahkan bahwa berdasarkan dokumen Pemutakhiran Strategi Sanitasi Kabupaten 2018, masih terdapat 33.037 KK yang masih memiliki Septiktank yang tidak aman. Dan pada kesempatan ini semoga bisa dimaksimalkan untuk identifikasi awal sebelum verifikasi lebih detail di level kecamatan.

“Dan tentu sekali lagi ini tidak bisa diselesaikan oleh OPD teknis saja, tetapi semua Stake Holder AMPL harus mengambil bagian untuk mencapai tujuan yaitu target sanitasi aman SDGs 2030 ” ujar Andi Tenri Sessu dalam sambutannya pada Rapat Kerja dan Sosialisasi Sanitasi/AMPL Kabupaten Soppeng di ruang rapat gabungan dinas, Selasa (17/9).

Rapat Kerja dilakukan Pokja Sanitasi bersama seluruh Camat, Kepala Desa dan Lurah serta Sanitarian di Kabupaten Soppeng sebagai stake holder sanitasi dan penyambung informasi ke Masyarakat. Keterlibatan mereka sangat diharapkan memberikan informasi terkini terkait progress Gerakan SoBAT kepada masyarakat.

Kepala Bappelitbangda, Andi Nurlina, mendukung pernyataan Sekretaris Daerah tentang perlunya Stake Holder AMPL/Sanitasi kembali bekerja bersama menuju target Sanitasi Aman, Air Minum dan Pengeloaan Persampahan sesuai target SDG’s 2030. “Oleh karena itu, rapat ini merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi target yang nanti akan didetailkan pada sosialisasi dan verifikasi data di tingkat Kecamatan” lanjut Andi Nurlina.

Selain itu, Sallang, Kepala Dinas Kesehatan, juga menjelaskan tentang pentingnya peta Sanitasi/AMPL dalam semua proses menuju Sanitasi Aman itu. Data tidak lagi hanya dilihat by name by address saja tapi akan dilihat secara spasial dimana yang bersangkutan berada dan bagaimana kondisi sarana sanitasi dan air minumnya. Untuk memaksimalkan tingkat ketelitiannya maka peta ini diharapkan bisa disusun bersama antara sanitarian bersama pemerintah desa dengan dukungan masyarakat.

Pada sesi panel kedua Rapat Kerja Pokja Sanitasi, Kepala Dinas PUPR yang di wakili oleh Kepala Seksi Air Minum, Air Limbah dan Persampahan, Andi Pujiarman, menjelaskan tentang SPM PUPR yang mengamanahkan sanitasi aman dan PUPR dipastikan ambil bagian dalam mencapai target gerakan SoBAT tersebut. “Pendanaan untuk sanitasi kita akan maksimalkan, seperti Hibah ALS, DAK , dan Hibah Australia melalui sAIIG, sisa bagaimana targetnya by name by adressnya kita sepakati dulu” terang Andi Pujiarman.

Lebih Lanjut, Andi Pujiarman juga menyinggung tentang Layanan Lumpur Tinja Terjadwal sebagai bagian dari gerakan SoBAT yang tetap berjalan meski beberapa kenda teknis yang dihadapi oleh operator di lapangan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mempersiapkan sarananya untuk dilayani dan Andi Pujiarman optimis itu bisa sukses bila komunikasi antara operator dan masyarakat telah berjalan. (ASa)

Sumber : Pokja Sanitasi

Related Articles

Back to top button